Breaking News

CIntanya Dengan Domestic Worker Berujung Prustasi,Pria Ini Nekat Memotong Kemaluannya Hanya Karena Cinta


Cinta memang selalu membutakan sesorang yang menikmatinya,bahkan bisalupa akan akal sehatnya dalam hidup
Seorang pekerja migran pria asal Filipina bernama Martin (42) nekat melakukan aksi memotong
penisnya sendiri lantaran frustasi dengan kekasihnya seorang domestic worker yang berusia 37 tahun itu

dikutip dari Oriental Group, Kejadian yang berlangsung pada  pagi sekitar jam 7 pagi di tempat tinggal Martin,
di Ngoi Man Street Apartement Shau Kei Wan Hong Kong Island. Saat itu, kekasih Martin yang tidak disebutkan jati dirinya mendatangi Martin
di tempat tinggalnya. Betapa kagetnya kekasih Martin saat mendapati Martin tergeletak diatas kasur bersimbah darah dari bagian bawah perutnya.

Melihat kondisi martin yang berlumuran darah dari penis dan mengalami pendarahan hebat, pacar Martin spontan berteriak histeris.
Teriakan pacar Martin yang terdengar oleh tetangga kemudian dilaporkan ke Polisi. Tak lama kemudian Polisi datang ke TKP.

Menyadari kondisi Martin sedang kritis, Polisi segera mengevakuasi Martin ke Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole.

Hasil penyelidikan awal, tidak ada tanda-tanda kriminal yang ditemukan. Polisi menduga Martin sedang berencana mengakhiri hidupnya.
Hal ini senada dengan keterangan yang diberikan oleh pacar Martin, bahwa hubungan asmara yang telah bertahun tahun mereka bina,
sedang mengalami masalah.  Dalam catatan Polisi, Martin, pekerja Filipina yang berprofesi sebagai sopir ini tidak memiliki catatan kriminal di Hong Kong.

Dokter Spesialis Urologi,  Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole,  Chen Longwei menyatakan, Nyawa Martin bisa diselamatkan,
namun tidak demikian dengan penisnya. Secara medis, tidak mungkin dilakukan penyambungan Penis pada pria. Apalagi,
 Martin memotong Penisnya didekat pangkal batang penis tersebut,itu sudah tidak bisa di sambung kembali

Sebagai laki-laki, Martin tetap akan memiliki libido seksual, namun, secarra seksual, martin tidak memiliki alat
untuk menyalurkan hasratnya. Ini merupakkan penderitaan sepanjang hayat yang harus di support dengan dukungan psikologis
lingkungannya agar tidak terjadi frustasi yang kedua kalinya,ujar dokter spesialis.