Breaking News

Pacaran lewat internet, 86 wanita tertipu HK$ 60 juta

Image titleKejahatan dunia maya memang harus kita waspadai,
Polisi Hong Kong kini bekerjasama dengan polisi Malaysia dan Nigeria untuk melacak sindikat kriminal internasional yang menipu sedikitnya 86 wanita (73 diantaranya berasal dari Hong Kong) sampai total HK$ 60 juta dengan cara merayu mereka lewat internet.

Hong Kong Economic Journal melaporkan, salah satu wanita korban sindikat penipuan yang diduga bersumber di Nigeria tersebut sampai mengirim uang sebesar HK$ 9 juta kepada “sang kekasih” internetnya itu. Sindikat kriminal internasional ini diduga aktif bergerak menipu para wanita dengan cara merayu mereka menjadi teman dan pacar lewat internet setidaknya di 12 negara di Asia dan Afrika. Jika tak berhasil menjadikan pacar, maka mereka akan menawarkan pertemanan dan mencoba menipu dengan berbagai “tawaran bisnis”.

Media EJ Insight melaporkan, para penipu andal ini sengaja menggunakan smartphone sehingga keberadaan mereka sulit dilacak, dan juga mencari mangsa melalui media-media sosial. Mereka lalu menyasar wanita-wanita terutama dari Hong Kong dan Malaysia, untuk kemudian mengajak berteman dan selanjutnya, menjadi kekasih lewat internet.

Para penipu ini biasa memasang profil mereka dengan foto-foto tentara bahkan kolonel atau jenderal dari Amerika atau Inggris, dan terkadang juga mengaku sebagai pegawai perusahaan internasional.

Para penipu ini dengan setia akan mendengarkan keluh kesah para wanita “kekasih” mereka tersebut sampai akhirnya mulai meminta dikirimi uang dengan alasan macam-macam. Alasan yang biasa digunakan adalah “meminjam uang” untuk membayar biaya bea cukai emas batangan yang ditahan Pemerintah Hong Kong atau Pemerintah Malaysia.

Media Apple Daily melaporkan, salah satu korban bekerja sebagai perawat di Hong Kong dan telah berumur 57 tahun. Dia telah menjalin tali kasih dengan penipu online ini sejak 2014, yang mengaku sebagai insiyur asal Inggris yang bekerja di Asia Tenggara. Sang insiyur abal-abal lantas minta perawat ini membayari “biaya bea cukai” untuk alat-alat berat milik perusahaannya yang tertahan di Hong Kong saat akan dikirim dari Inggris ke Asia Tenggara.

Sang korban dengan lugunya lantas mentrasnfer hingga HK$850,000 sebanyak 32 kali sampai akhirnya sadar dia telah tertipu.

Kepala Biro Kejahatan Cyber dan Teknologi dari Kepolisian Hong Kong Hui Yee-wai kepada EJ Insight mengatakan sedikitnya telah ada 90 kasus serupa yang dilaporkan kepada mereka dari Januari hingga Oktober 2016 saja. Hui menyatakan, para korban bermacam-macam mulai dari mereka yang berpendidikan tinggi dan lancar berbahasa Inggris sampai kepada ibu rumah tangga, pekerja rumah tangga bahkan pensiunan.*


Sumber:SuaraHK