Benarkah Makan Malam Bikin Gemuk?

Apa yang kamu makan, kapan kamu akan memutuskan untuk mengambil makanan akan memengaruhi berat badan dan berapa persen lemak pada tubuhmu. Bukan cuma porsi yang menjadi perhatian ekstra. Bagi mereka yang melakukan diet, waktu makan dan ngemil sangat menentukan, apakah berat badan akan naik atau tidak.
Meskipun begitu setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda, tetap saja banyak orang mengikuti apa yang orang katakan soal diet. Termasuk kabar kamu akan gemuk kalau makan di malam hari. Tapi, benarkah kabar ini?
Bila mau kurus usahakan makan malam dua sampai empat jam sebelum tidur, begitulah saran yang sering kita dengar. Petuah semacam ini membuat kita jadi penasaran, apa hubungan antara makan malam lewat dari pukul 8 dengan penambahan berat badan?
Patricia Lopez-Legarrea dari Autonomous University of Chile mengatakan, para pakar berpikir, karena manusia telah menggunakan energi di siang hari sehingga mekanisme tubuh melambat di malam hari, terlebih manusia siap-siap untuk tidur.
"Ini berarti kemampuan tubuh kita untuk mengolah makanan jadi berkurang. Ini yang menyebabkan makan besar di malam hari dapat memicu penambahan berat badan," kata Patricia dikutip dari Daily Mail, Kamis (2/6/2016).
Setelah menganalisis data hampir 5.500 warga Chile dengan BMI yang tergolong ideal, Patricia menemukan, individu yang makan malam terlambat mengalami kenaikan berat badan setengah pon. Jika itu terjadi terus-menerus, berat badan secara otomatis naik yang drastis. Dengan demikian, sulit bagi kita untuk mendapatkan tubuh ideal.
"Itu saya sarankan, sarapan dengan porsi yang banyak dan makan siang seadanya, dengan tambahan camilan di sore hari," kata Patricia.