Ibu Baru 20 Hari jadi TKI di Hong Kong, Anak Hanyut dan Meninggal
Masyarakat desa di Putukrejo, Kec. Gondanglegi, Kab. Malang, Jawa Timur, hari Jumat (3/3/2017) digegerkan dengan hilangnya seorang anak balita, Siti Aisyah Anggraini (2 tahun). Balita itu diyakini terjebur ke sungai yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya.
Kejadian berawal saat Pi'atin (nenek dari balita), meninggalkannya sebentar di halaman rumah seorang diri. Nenek berusia 60 tahun itu bermaksud masuk ke rumah mengambil mainan dan baju untuk Aisyah. Akan tetapi, ketika si nenek kembali, Aisyah tidak ada di tempat.
Anak satu-satunya pasangan muda Ainul dan Yuli ini terpaksa harus diasuh neneknya karena ibunya baru beberapa hari berangkat menjadi TKI ke Hongkong.
"Ya, ibunya baru sekitar dua puluh harian jadi TKI ke Hongkong dan si kecil Aisyah di asuh neneknya, karena ayahnya saat itu juga lagi kerja," ucap Rahma.
Pencarian dilakukan warga sekitar, team SAR gabungan dari team SAR kabupaten Malang, SAR BPBD Kab. Malang, dan SAR relawan setempat. Selain penyisiran sepanjang Sungai irigasisi Ilang desa Putukrejo, juga dilakukan upaya bertanya ke paranormal karena ditakutkan adanya indikasi penculikan.
Terhitung tiga hari setelah kejadian, pada Minggu (5/3), pencarian tersebut membuahkan hasil. Jenazah Aisyah ditemukan di aliran irigasi pesawahan dusun Boro, desa Panggung Rejo, 25 km dari tempat kejadian. Kondisi jasad sangat memprihatinkan, dengan luka dibeberapa bagian tubuh.
"Setidaknya, Aisyah sudah ditemukan walau dalam keadaan meninggal. Sedih tentu saja. Bahkan banyak sekali yang bersimpati dengan peristiwa ini. Media cetak, media elektronik pun memberitakan. Tidak tahu, ibu Aisyah sudah mengetahuinya atau belum. Semoga saja dia tabah," pungkas Rahma.
Sumber:LBMI