Breaking News

KBRI Singapura - LP3TKI Surabaya Serahkan Klaim Asuransi Kematian 2 TKI Karanganyar dan Gresik Hampir Satu Milyar


 Surabaya, BNP2TKI, Senin (06/03/2017) - KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Singapura bersama LP3TKI (Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI) Surabaya pada Jumat siang (03/03/2017) di Kantor LP3TKI Jalan Jemursari 99 Surabaya memfasilitasi penyerahan klaim asuransi kematian dua TKI Singapura, yaitu : Ruli Widyawati asal Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Masrupi asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Klaim asuransi kematian kedua TKI tersebut (Ruli Widyawati dan Masrupi) diserahkan langsung kepada ahli waris masing-masing oleh Yulinur Rudy Purnadi, Sekretris Ketiga Fungsi PWNI dan BHI KBRI Singapura. Turut hadir menjadi saksinya adalah, Makrub, Kepala Urusan Tata Usaha LP3TKI Surabaya, serta Donny Eydo, koordinator Perlindungan dan Pemberdayaan, dan Ahmad Jaini dari PPTKIS PT Gunawan Sukses Abadi.

Pencairan klaim asuransi kematian kedua TKI (Ruli Widyawati dan Masrupi) dicover melalui lembaga asuransi tenaga kerja di Singapura. Kedua TKI tersebut meninggal dunia di Singapura karena kecelakaan kerja.

Ruli Widyawati adalah TKI asal Desa Klodran RT 006/RW 001 Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ia menjadi TKI PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) di Singapura, dan sudah meninggalkan keluarganya selama empat tahun tanpa memberikan nafkah. Pada hari Minggu (01 Februari 2015) Ruli Widyawati meninggal dunia di Singapura.

Yulinur Rudy Purnadi menyerahkan klaim asuransi kematian TKI Ruli Widyawati kepada Suwardi, ayah almarhumah, dalam bentuk Bank Draft No. 629427 yang dikeluarkan oleh OCBC Bank Singapura sejumlah SGD 40.000 atau setara Rp 376,92 Juta dengan nilai tukar Rp 9.423 per SGD 1.

Sedangkan Masrupi adalah TKI asal Dusun Bengkosobung RT 002/RW 004 Desa Kotakusuma, Kecamatan Sangkapura (Pulau Bawean) Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ia bekerja sebagai TKI Pelaut dan meninggal karena kecekaan kerja di Singapura.

Pada Jumat siang itu klaim asuransi kematian Masrupi diserahkan oleh Yulinur Rudy Purnadi kepada Nalarati, isteri almarhum Masrupi, berupa bentuk Bank Draft No. D8S0016OD6011117 yang dikeluarkan oleh DBS Singapura sejumlah SGD 48.000 atau setara Rp 452,30 juta dengan nilai tukar Rp 9.423 per SGD 1.


DUA Ahli Waris


Pencairan klaim asuransi kematian Masrupi ini dilakukan dua kali pada dua ahli waris, yakni kedua orangtua almarhum Masrupi dan isteri almarhum Masrupi.

Terkait dengan pencairan klaim asuransi kematian Masrupi ini, KBRI Singapura meminta bantuan LP3TKI Surabaya agar kiranya dapat memfasilitasi perihal pencairannya dapat dilakukan pada hari dan waktu yang berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari cekcok antara kedua orangtua dan isteri almarhum Masrupi.

"Pada awal Januari 2017 lalu KBRI Singapura menginformasikan ke LP3TKI Surabaya mengenai pencairan klaim asuransi kematian TKI Masrupi akan dilakukan pada dua ahli waris (maksudnya, kedua orangtua dan isteri almarhum Masrupi - red.). Untuk itu, guna menghindari cekcok dalam keluarga almarhum Masrupi, agar kiranya dapat dilakukan pada hari dan waktu yang berbeda," kata Donny Eydo menirukan permohonan KBRI Singapura kepada LP3TKI Surabaya.

Pencairan klaim asuransi kematian Masrupi yang pertama dilakukan pada hari Kamis (12 Januari 2017) oleh perwakilan KBRI Singapura diserahterimakan kepada Kamsidi dan Tifah, kedua orangtua almarhum Masrupi, sejumlah SGD 48.000. Kemudian pencairan klaim asuransi kematian Masrupi yang kedua dilakukan pada hari Jumat (03 Maret 2017) oleh Yulinur Rudy Purnadi kepada Nalarati, isteri almarhum Masrupi, sejumlag SGD 48.000.

Ma'rub berpesan kepada dua ahli waris TKI Ruli Widyawati dan TKI Masrupi, setelah diterimanya klaim asuransi kematian ini agar digunakan yang bermanfaat utamanya bagi amal jariyah almarhumah Ruli Widyawati dan almarhum Masrupi. "Intinya, sebagian dari klaim asuransi kematian ini digunakan untuk sodaqah jariyan almarhumah dan almarhum, dan sebagian lagi untuk kebutuhan rumah tangganya," kata Ma'rub.

Ma'rub menambahkan kehadiran pimpinan dari PT Gunawan Sukses Abadi (GSA) ini sebetulnya tidak ada hubungannya dengan kematian TKI Karanganyar dan TKI Gresik. Kehadiran pimpinan PT GSA ini tidak lebih dikarenakan menghormati hubungan baik dengan KBRI Singapura yang sudah dijalin selama ini.