Breaking News

BMI Hong Kong Hijrah ke Kanada; Anda mau?. Ada Informasi!

 
Banyak cara untuk mengembangkan diri bagian dan perniagaan. Juga banyak BMI (Buruh Migran Indonesia) mengasah mengasah ilmu sosial dalam organisasi pemberdayaan buruh migran. Demikian pula tak sedikit BMI yang melanjutkan belajar melalui institusi baik formal maupun non formal.
Sebut namanya Chatyn, wanita asal dari Ngawi, selama di Hong Kong selain aktif menulis dia mengembangkan diri dengan aktif mengikuti kegiatan positif termasuk berorganisasi dan kursus ketrampilan khusus.

2016-09/pengajian-di-majlis-talim.jpg
Dengan memiliki 'ilmu' dan 'ketrampilan', saat seseorang mengetahui adanya kesempatan untuk mengembangkan diri, seperti Chatyn misalnya, dia dapat dengan mudah tanpa hambatan hijrah bekerja ke negara Kanada. Bekerja di sana tentu saja memiliki keistimewaan tersendiri baik dari segi tingginya gaji dan perlakuan hukum terhadap 'nanny' dan atau PRT. Bekerja di Kanada hanya 5 hari seminggu, 8 jam sehari meskipun nanny itu 'live in' . Sabtu dan Minggu adalah hari libur. Gaji nanny satu jam C$11 dengan kurs mata uang rupiah sekitar "C$ 1 = Rp 10.000,-".
Setelah kontrak kerja 2 tahun pertama selesai, jika BMI ataupun warga negara asing itu dapat memenuhi persyaratan, dia dapat menjadi penduduk negara di benua Amerika bagian utara itu.
Dengan status menjadi penduduk tetap di Kanada lantas BMI itu dapat memilih pekerjaan yang disukai dengan gaji yang lebih besar. Pendapatan BMI di Canada yang sudah menjadi penduduk rata-rata minimum C$2000,-/bulan.
Nama yang lain, sebut saja Titik. Wanita ini kelahiran Trenggalek, Jawa Timur.
Pada saat 'penulis' masih kuliah di tahun 1985-an, Titik (kecil) sempat belajar bahasa Inggris kepada penulis bersama sama teman SMP-nya. Setelah SMP nya selasai sampai tahun lalu (2015) penulis dan Titik putus komunikasi, baru tersambung lagi melalui sosmed dan bercerita bahwa Titik pernah bertahun-tahun bekerja di Hong Kong sebelum hijrah ke Kanada tahun 2013 dan menjadi penduduk tetap negara 'dingin' itu sampai sekarang.
Tidak berbeda dengan Chatyn, Titik juga menambah ilmu dan ketrampilan saat bekerja sebgai "kungyan' di Hong Kong. Titik bercerita, kalau dirinya aktif ikut kursus di YMCA salah satunya dia mengambil sertifikat CPR - First Aid. ( CPR = Cardio-Pulmonary Resuscitation)  yaitu kursus kecakapan memberikan bantuan pertama saat terjadi situasi darurat, semacam latihan 'Palang-Merah-Remaja' namun bersertifikat resmi yang diakui oleh badan-badan dunia.
Sertifikasi CPR First Aid ini, di Hong Kong juga dapat diperoleh dari St. John   . Chatyn dan Titik meskipun ke duanya tidak berada di Hong Kong pada saat yang sama, mereka sama-sama memiliki kecenderungan belajar mengasah dan meningkatkan diri.
Kedua BMI tersebut hanya  dua contoh kecil diantara BMI lain yang banyak melakukan pengembangan diri secara positif. Selain CPR First Aid, mereka juga mengikuti ujian standar internasional kemampuan berbahasa Inggris seperti  TOEFL atau IELTS. 
Menurut kedua sahabat penulis itu, (Titik dan Chatyn) , BMI yang hijrah ke Kanada selalu menggunakan cara 'Kontrak Kerja 2 Tahun' lebih dulu sebelum meningkat ke tahun berikutnya sebagai 'resident' yang tidak terikat kontrak. (open contract)
Namun untuk menjadi resident juga perlu syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Antara lain, BMI itu disyaratkan telah memiliki sertifikat (ijasah)  pendidikan formal minimum pada jenjang Diploma. 
Titik, mantan murid  penulis itu mengatakan : "Untuk BMI yang ingin menjadi permanen resident, kalau dia cuma berijasah SMA, maka setelah 2 thn selesai kontrak dia harus sekolah di Kanada selama 1 thn untuk mengambil 'ujian diploma' di sana, dengan demikian dia bisa mengajukan permohonan sebagai permanen resdient". 
"Kalau hanya SMA dan gak sekolah 1 thn lagi di Kanada dia nanti cuma bisa bekerja dan tinggal di Kanada 4 thn saja atau 2 kali kontrak".  Lanjut Titik.


 2016-09/bermain-ice-ski.jpg
LOWONGAN KERJA di KANADA.
Khusus untuk pembaca Kindo, Sdri. Titik memberi informasi bahwa ada seorang majikan keluarga muslim yang mencari 'Nanny' beragama Islam. Bisa ngaji dan memenuhi syarat.
Keluarga 'muslim' itu memiliki 3 anak berusia 6, 4 dan 2 tahun.
Calon 'nanny' yang dikehendaki majikan ini minimum telah berpengalaman bekerja sebagai nanny di Hong Kong 1 tahun.
Calon harus berijasah SLTA / SMU / SMK - jenjang pendidikan lebih tinggi maka lebih baik dan berdokumen asli. Yang berminat harus telah memiliki CPR First Aid Certificate dan score minimum 5  IELTS.
"Kandidat yang berminat dan lolos seleksi dokumen akan menjalani pra interview, sebelum interview dengan calon majikan menggunakan web-cam"- Kata Titik yang bersedia menjadi 'mentor' bagi BMI yang lolos seleksi.
"Tempat bekerjanya di kota Toronto, dan sementara ini hanya 1 orang yang diperlukan. Kenalan saya sendiri yang membutuhkan nanny, mungkin pembaca Kindo ada yang berminat, informasi lebih lanjut dapat diatur".  Tutup  Titik. Hubungi Whatsapp +62 81234 094 001 (*)
Written by Kindo Admin based on true information and  trust.