Mantan TKI Taiwan meninggal dunia setelah berjuang keras melawan kanker rahim.

Menurut kesaksian Alin, adik Arum yang juga masih bekerja di Taiwan,
Arum meninggal di rumahnya setelah berhari hari berjuang melawan sakit.
Ia mengeluh terus, perutnya sakit ujar Alin. Mau di operasi juga kondisi
Arum sudah tidak memungkinkan lagi tambah Alin lagi. Akhirnya sabtu
kemarin Arum menghembuskan nafas terakhirnya.
Menurut kesaksian Adi Permadi, juli 2016 lalu, Arum mendatangi imigrasi Chiayi untuk mengurus kepulangan bersama dirinya. Saat itu Arum sudah merasakan sakit pada bagian rahimnya. Tetapi ia tidak memiliki uang untuk pergi ke dokter. Atas kebaikan para donatur, Arum mendapat donasi untuk pergi berobat ke dokter.
Arum lalu memeriksakan ke klinik dan juga di rumah sakit budhist tzuchi hospital xindian Taipei. Dokter mendiagnosis Arum terkena kanker rahim stadium akhir. Arum mengaku sakitnya ini sudah lama ia rasakan bahkan ketika masih kaburan dulu ia pernah memeriksakan ke klinik dan diberitahu hasil yang sama dengan hasil diagnosis dokter klinik dan dokter rumah sakit.
Tanggal 7 agustus 2016, Arum meninggalkan Taiwan, ia mendapat donasi dari masjid besar Taipei untuk membeli tiket pesawat dan berobat di Indonesia.
Majalah Holiday mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun , menyatakan ikut bela sungkawa dan mendoakan semoga almarhumah mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Menurut kesaksian Adi Permadi, juli 2016 lalu, Arum mendatangi imigrasi Chiayi untuk mengurus kepulangan bersama dirinya. Saat itu Arum sudah merasakan sakit pada bagian rahimnya. Tetapi ia tidak memiliki uang untuk pergi ke dokter. Atas kebaikan para donatur, Arum mendapat donasi untuk pergi berobat ke dokter.
Arum lalu memeriksakan ke klinik dan juga di rumah sakit budhist tzuchi hospital xindian Taipei. Dokter mendiagnosis Arum terkena kanker rahim stadium akhir. Arum mengaku sakitnya ini sudah lama ia rasakan bahkan ketika masih kaburan dulu ia pernah memeriksakan ke klinik dan diberitahu hasil yang sama dengan hasil diagnosis dokter klinik dan dokter rumah sakit.
Tanggal 7 agustus 2016, Arum meninggalkan Taiwan, ia mendapat donasi dari masjid besar Taipei untuk membeli tiket pesawat dan berobat di Indonesia.
Majalah Holiday mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun , menyatakan ikut bela sungkawa dan mendoakan semoga almarhumah mendapat ampunan dan rahmat dari Allah SWT.