Breaking News

Rurik Jutting Akui Tak Bersalah Lakukan Pembunuhan Berencana

Image result for rurik jutting 

Hong Kong-BANKIR asal Inggris Rurik Jutting yang didakwa membunuh dua perempuan berkewarganegaraan Indonesia di Hong Kong, mengaku tidak bersalah melakukan pembunuhan berencana dengan alasan kondisi mental yang tidak seimbang yang dianggap membuat seseorang kurang bertanggung jawab untuk pembunuhan.

Saat sidang digelar, Rurik Jutting mengaku bersalah melakukan pembunuhan tidak direncanakan, namun pernyataannya ini ditolak. Polisi menemukan jenazah Sumartiningsih dan Seneng Mujiasih di apartemen Jutting pada November 2014.

Jutting yang berusia 31 tahun, terancam hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah dalam sidang kasus pembunuhan terbesar di Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir ini.



Baca Juga:
Juri diperingatkan bahwa mereka harus melihat foto-foto yang “sangat memilukan” selama persidangan, termasuk video yang diambil dari telepon Jutting.

“Tidak bersalah melakukan pembunuhan dengan alasan kondisi mental yang tidak seimbang yang dianggap membuat seseorang kurang bertanggung jawab untuk pembunuhan, tapi mengaku bersalah melakukan pembunuhan yang tidak direncanakan,” kata Jutting seperti dikutip dari kantor berita AFP, saat mengungkapkan nota pembelaannya untuk yang pertama kalinya di Pengadilan Tinggi Hong Kong.

Dia juga mengaku bersalah atas tuduhan ketiga melakukan penguburan jenazah secara melanggar hukum. Jutting, yang sejak ditangkap telah ditahan di sebuah penjara dengan keamanan maksimum, dianggap layak secara psikiatrik untuk diadili.

Pada 1 November 2014, polisi dipanggil ke apartemen mewah milik Jutting di daerah Wan Chai, Hong Kong.

Mereka menemukan salah satu korban dengan luka sayatan pisau di bagian leher dan bokongnya, demikian laporan polisi saat itu. Kemudian mereka menemukan jenazah korban lainnya dalam keadaan membusuk di dalam koper. Kedua perempuan itu berusia 20-an tahun.

Pembunuhan kejam ini mengejutkan kota Hutan Beton ini yang secara luas dianggap sebagai salah satu kota paling aman di dunia.

Jutting, lulusan Cambridge University, Inggris ini bekerja di Bank of America-Merrill Lynch sebagai penjual saham hingga beberapa hari sebelum kedua jenazah itu ditemukan.