Lina BMI Hong Kong Bebas dari Jebakan Tuduhan Mencuri Barang Majikan
Hong Kong-Lina (nama panggilan), BMI Hong Kong asal Nusa Tenggara Barat (NTB) bebas setelah jaksa memutuskan mencabut tiga tuduhan mencuri yang diajukan mantan majikan kepada BMI tersebut sebelumnya. Jaksa menyatakan keputusan mencabut semua tuntutan tersebut dalam sidang pertama dakwaan pencurian di Pengadilan Eastern, Sau Kei Wan, Kamis, (23/3/2017).
Lina yang sempat ditahan sementara hampir sebulan di Penjara Tai Lam saat menunggu proses investigasi kasusnya tersebut, dilaporkan ke polisi oleh Majikannya atas tuduhan 3 pencurian. Lina dituduh mencuri baju-baju bekas yang akan dibuang Majikan, buah mangga dan jeruk milik Majikan saat Tahun Baru China, dan mencuri dua lembar HK$ 500.
“Saya tidak tahu itu uang siapa, yang saya tahu, Majikan telepon polisi dan mereka minta saya tunjukkan semua barang-barang saya. Tiba-tiba ada uang terjatuh dari selipan barang-barang saya, saat saya ambil, Majikan langsung bilang, ya! itu uang saya! uang saya!,” kata Lina kepada SUARA saat ditemui kantor Christian Action.
Lina juga menyatakan Majikan sebenarnya telah memberikan baju-baju bekas yang hendak dibuang itu kepadanya, dan juga membolehkannya mengambil beberapa buah yang sengaja dibeli untuk merayakan Tahun Baru China.
Majikan lantas menunjukkan catatan nomor seri uang tersebut yang ternyata cocok, sehingga polisi membawa Lina ke tahanan Stasiun Polisi di Central selama 2 hari untuk investigasi. Setelahnya, Lina sempat ditahan hampir sebulan di Penjara Tailam.
Dari dalam penjara, Lina menulis surat minta bantuan kepada Christian Action. Saat mendapat balasan, Lina yang dibebaskan dengan jaminan pun datang ke kantor Christian Action dan tinggal di shelter milik Dompet Duafa di Causeway Bay selama kasusnya diurusi.
Lina kemudian didampingi menemui pengacara dari Legal Aid untuk mengurusi kasusnya ini. Dari sana diketahui, bahwa Lina memiliki bukti-bukti foto yang diunggahnya di akun facebook, yang dapat mementahkan tuduhan mencuri baju-baju bekas Majikan. Di foto-foto itu, Lina yang memakai baju-baju bekas yang hendak dibuang, tampak berfoto selfie bersama Majikannya itu. Di akunnya itu pula, ada rekaman video singkat di mana Lina menawarkan baju-baju bekas yang hendak dibuang itu kepada siapapun yang mau mengambilnya dan terdengar suara Majikannya menyetujui hal itu.
Namun kisah berubah 180 derajat saat Lina memaksa ingin break kontrak dari Majikannya tersebut. Tiba-tiba Majikan memanggil polisi saat Lina telah selesai mengepak barang-barangnya dan hendak keluar rumah. Di depan petugas polisi, Majikan lantas meminta Lina membuka tasnya dan menuduh BMI ini telah mencuri 3 helai baju bekas yang sebenarnya telah diberikan kepada Lina.
Majikan juga menuduh Lina mencuri beberapa buah jeruk dan mangga yang dibeli untuk merayakan Tahun Baru China dan juga dua helai HK$ 500 yang tiba-tiba terselip di antara barang-barang milik Lina.
BMI ini kukuh menolak mengaku bersalah saat diinterogasi polisi, dan saat ditahan sementara di Penjara Tai Lam. Kegigihan Lina ini berbuah manis karena pada sidang pertama, 23 Maret 2017, Jaksa menyatakan Majikan memutuskan mencabut semua tuntutan dan BMI inipun dinyatakan bebas.
Sumber:SuaraHK