TKI Asal Banyuwangi Meninggal di Malaysia karena Kencing Tikus
Malaysia-Suwarto (42), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Banyuwangi, Jawa Timur meninggal dunia di Rumah Sakit Kapit, Serawak, Malaysia pada Selasa (14/3/2017) lalu akibat penyakit kencing tikus atau leptospirosis.
Jenazahnya dipulangkan dari Malaysia, Sabtu (18/3) dan telah dimakamkan di kampung halamannya Dusun Jatiluhur RT 05/RW 02, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/3/2017).
Menurut keterangan Muhamad Khoim, aktivis TKI dari SBMI Banyuwangi, jenazah Suwarto yang semasa hidupnya menjadi pekerja kebun sawit di Serawak, tiba di Banyuwangi sekitar pukul 2:30 Senin dini hari dengan diantar oleh petugas Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya.
“Jenazah tiba di Banyuwangi Senin dini hari dan sudah dimakamkan siang tadi. Almarhum meninggal dunia di Malaysia akibat penyakit kencing tikus,” kata Khoim yang ikut menjemput kedatangan jenazah.
Penyakit kencing tikus atau dikenal dengan istilah leptospirosis adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui kotoran atau kencing tikus.
Pekerja kebun, petugas kebersihan (cleaner), pengolahan sampah dan sektor peternakan adalah yang paling rentan terserang penyakit ini. Selain itu, lingkungan tempat tinggal (kongsi) pekerja yang menjadi tempat berkeliaran tikus juga menjadi salah satu penyebabnya.
Gejala penyakit ini sering disalahpahami sebagai gejala flu biasa karena pada awalnya memang menyerupai gejala flu seperti demam tinggi, sakit kepala, menggigil dan nyeri.
Pada tahap lebih lanjut, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam. Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian.
Sumber:LBMI